Kamis, 08 Januari 2009

Cantik Dan Sehat Dengan Lidah Buaya Oleh Prof HM Hembing Wijayakusuma

Saat ini pemafaatan tanaman berkhasiat obat sudah menjadi bagian dari pengobatan tradisional masyarakat dunia yang bersifat efektif, efisien dan aman, dan ekonomis. Hal ini sejalan dengan himbauan dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dengan gerakan “Back to Nature”.

Salah satu tanaman yang telah dimanfaatkan untuk pengobatan yaitu tanaman lidah buaya. Tanaman lidah buaya (Aloe vera 1.) merupakan tanaman yang dikenal sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai dilingkungan sekitar serta tanaman yang sudah tak asing lagi dan telah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan saat ini lidah buaya telah diolah dalam bentuk lotion, liquid, tablet, kapsul, jus, untuk dijadikan masakan atau lainnya.

Tanaman ini banyak tumbuh di daerah berhawa panas. Mengingat tanaman lidah buaya cukup mudah didapat dan terbukti memiliki khasiat untuk kecantikan dan kesehatan. Alangkah baiknya jika memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan dalam pengobatan tradisional yang merupakan warisan nenek moyang. Pemanfaatan tanaman berkhasiat obat seperti lidah buaya saat ini sangatlah tepat, karena saat ini masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat terjadinya krisis moneter dan ekonomi dan imbasnya mengenai berbagai sektor kahidupan termasiuk sektor kesehatan.

Lidah buaya mengandung aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloeomodin, aloenin, aloesin dan lain-lain. Sedangkan khasiat lidah buaya antara lain: menyuburkan dan menghitamkan rambut, sebagai pembersih muka, mengatasi jerawat, mengatasi flek hitam, mengatasi ambeien, rematik, diabetes, dan lain lain. Pemanfaatan lidah buaya antara lain sebagai berikut:

Mengatasi Jerawat Daun lidah buaya secukupnya dikupas kulit luarnya dan daunnya, kemudian dijus. Tambahkan bubuk sambiloto dan tepung bedak beras dingin masing-masing secukupnya, aduk hingga rata lalu gunakan sebagai masker pada wajah. Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air hingga bersih. Lakukan secara teratur.

Menghilangkan Garis Putih Pada Dahi Lidah buaya secukupnya yang telah dibersihkan duri dan kulitnya lalu dijus, tambahkan putih telur secukupnya. Setelah itu, maskerkan pada dahi yang terdapat garis-garis putih tersebut hingga kering lalu dibersihkan dengan air.

Menyuburkan Rambut
Lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalamnya, lalu digosokkan pada kulit kepala sesudah mandi sore. Setelah itu, kepala dibungkus dengan kain bersih dan keesokan harinya rambut dicuci. Lakukan secara teratur.

Mengatasi Ambeien
* Lidah buaya secukupnya diparut atau dijus, tambahkan « gelas air matang dan 2 sendok madu, lalu diaduk dan disaring, kemudian diminum.
* Lidah buaya secukupnya dijus, lalu dicampur dan diaduk dengan norit secukupnya
dan bubuk gambir secukupnya hingga rata kemudian dioleskan pada ambeien.

Mengatasi Rematik
* Sebanyak 60 gr lidah buaya yang telah dibersihkan kulit dan durinya lalu dijus, kemudian dicampur 30 gr jahe dan gula merah atau gula pasir secukupnya. Selanjutnya direbus dengan air secukupnya hingga tersisa 1 gelas. Setelah itu, diminum. Lakukan secara teratur.

* Untuk penderita diabetes, bahan-bahan tersebut ini dapat ditambahkan buah pare dan gula merah atau gula putih.

Khasiat Lidah Buaya (Aloe Vera 1.):
Khasiat
- kencing manis
- buang iar kecil mengandung darah
- hipertensi
- antikanker
- batu empedu
- muntah darah
- sakit kepala
- pusing
- influensa
- tukak lambung, sakit lambung
- radang lambung dan usus
- radang tenggorokan
- radang amandel
- radang hidung
- radang telinga
- radang gusi, radang rongga mulut
- batuk rejan
- wasir
- sembelit
- peluruh haid
- nyeri saraf
- mabuk kendaraan
- luka terpukul
- luka dalam
- cacingan
- kejang pada anak

Beberapa Zat Kandungan Lidah Buaya
*Antakuinon Dan Kuinon Memiliki efek menghilangkan rasa sakit (analgetik) dan
menghilangkan pusing.
* Lignin/Selulosa Dalam gel lidah buaya mampu menembus dan meresap ke dalam kulit, menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga kulit tidak cepat kering serta terjaga kelembabannya.
* Acetylated Mannose Merupakan imunositimulan yang kuat, yang berfungsi meningkatkan fungsi fagositik dari sel makrofag, respon sel T terhadap patogen serta produksi interferon dan zat kimia yang meningkatkan sistem imun untuk menstimulasi atau merangsang antibody.
* Gel/Lendir Lidah Buaya Mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka, luka bakar, borok/eksim, memberikan lapisan pelindung pada bagian yang rusak dan mempercepat tingkat penyembuhan. Reaksi tersebut karena adanya Aloectin B yang menstimulasi sistem immun.

* Aloin, Aloe-Emodin Menyebabkan usus besar berkonstraksi/mengkerut sehingga bersifat sebagai pencahar yang kuat (laxative). Umumnya terjadi pengeluaran feses/buang air besar setelah 8-12 jam pengkonsumsian.

Dan lain-lain.
Pemakaian luar:
- luka terbakar
- luka tersiram air panas
- eksim/borok
- bisul
- digigit serangga
- mengembalikan jaringan kulit yang tidak rata
- biang keringat
- kutil
- mata ikan
- tumit pecah-pecah
- gigi berlubang
- untuk kecantikan: jerawat, komedo, tahi lalat, flek hitam, rambut rontok, rambut beruban, melebatkan rambut, menghitamkan rambut. - dan lain-lain.

Kandungan Kimia Lignin, sapanin, senyawa antrakuinon, vitamin, senyawa gula, enzim, asam amino, aloin, barbalon, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, dan lain-lain.

Mekanisme Kerja * Szponin: Memiliki kemampuan sebagai pembersih dan antiseptik sehingga sangat efektif mengobati luka terbuka. * Alomicin: Memepunyai efek sebagai antikanker.

[Prof HM Hembing Wijayakusuma adalah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur,
Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

UU BHP Meniupkan Semangat Otonomi



”UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) meniupkan semangat otonomi dalam penyelenggaraan serta akuntabilitas yang optimal kepada masyarakat,” demikian dikatakan Prof. Dr. H. Suparno Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Senin (6/1) 2009 kepada Wartawan Koran Pendidikan

”UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) meniupkan semangat otonomi dalam penyelenggaraan serta akuntabilitas yang optimal kepada masyarakat,” demikian dikatakan Prof. Dr. H. Suparno Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Senin (6/1) 2009 kepada Wartawan Koran Pendidikan.

”Bagi PTN, sebelum disahkannya UU BHP ini sudah lebih dulu mempersiapkan diri sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Dengan status ini saja, ada kemandirian yang diperoleh sehingga berimplikasi pada pengelolaan keuangan sendiri dan termotivasi memenuhi standar pelayanan pendidikan yang sesuai tuntutan Badan Akreditasi Nasional. Padahal BLU itu baru 80 persen saja cakupannya dalam BHP,” tegas Prof. Suparno.

Sejauh ini, pihak UM tengah melakukan berbagai upaya dalam rangka perancangan dan pengembangan institusinya. Beberapa program aksi sudah dilakukan salah satunya dengan menjadi BLU. Dikatakan, per 1 Januari 2009 ini, UM telah ditetapkan resmi menggunakan status BLU. Untuk mendukung perubahan status ini, pihak UM sudah membentuk dan akan terus memaksimalkan beberapa income generating units (satuan usaha penghasil pendapatan).

Paling tidak, ada sembilan unit korporasi dan jasa konsultasi yang bisa menjadi sumber pendapatan keuangan bagi UM. Kami tetap akan mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, bertangguangjawab, dan terpenting optimalisasi kinerja, ”tegasnya.

Prof. Dr. H. Suparno menambahkan, pandangan sebagian masyarakat masih beranggapan status BHP akan merugikan masyarakat, karena mengganggap perkuliahan akan berbiaya tinggi, menurutnya yang akan terjadi justru sebaliknya. ”Hanya sepertiga dari keseluruhan biaya operasional untuk pelayanan pendidikan di BHP PT yang berasal dari pembiayaan masyarakat, sisa lebihnya harus diupayakan sendiri oleh pihak perguruan tinggi,” terangnya.

Masyarakat tidak perlu khawatir BHP PT akan semena-mena memberlakukan pembiayaan (tinggi) sehingga membebani mahasiswa. Apalagi, BHP juga memiliki otonomi perikatan tetap mengakomodir kepentingan Majelis Wali Amanah (beranggotan masyarakat, pemerintah, dan stakeholder),” tambah Prof. Dr. H. Suparno. Wali amanah juga bisa mengakses sistem dan mekanisme manajemen dan otonomi sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi eksternal. (Disarikan dari Koran Pendidikan, Edisi 6-12 Januari 2009). Zul.

REGISTRASI ADMINISTRASI MAHASISWA SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2008/2009

Tebal

Pelaksanaan Registrasi Administrasi semester genap tahun 2008/2009 diatur sebagai berikut:

I. PROSES REGISTRASI:

1. membayar BPP/SPP & Biaya Pendidikan lainya paling lambat 2 hari sebelum jadwal registrasi mahasiswa yang bersangkutan.

2. Menyerahkan syarat registrasi administrasi.

II. JADWAL REGISTRASI Tanggal:13 - 27 Januari 2009.

13 - 15 Januari 2009 FIP

15 - 19 Januari 2009 FMIPA dan PPS

19 - 21 Januari 2009 FS da FT

21 - 27 Januari 2009 FE

13 - 27 Januari FIP, FS, FMIPA, FE Pemrogram Gelar Ganda

29 - 30 Januari 2009 FIP, FE di PP III Blitar

20 - 27 Januari 2009 Semua Fakultas bagi mahasiswa yang gagal yudisium

III. TEMPAT REGISTRASI: Subag Registrasi dan Statistik Gedung A3 Lantai I